MUSLIM YANG SESUNGGUHNYA
Muslim Yang Sesungguhnya
Oleh : Mohamad Sahal Muiz
Saya sebagai
santri dan tentunya sebagai pelajar, akhir-akhir ini mengamati “dari jauh” berbagai persoalan
yang terjadi di Indonesia,
baik itu persoalan publik maupun persoalan antar golongan (ormas islam). Ada
beberapa kelompok (muslim) yang saling menyerang, mencerca atau mengintimidasi satu sama lain, terlepas dari
kepentingan politik masing-masing kelompok ataupun mengatasnamakan “agama”
untuk menjadi senjata ampuh dalam meng-counter lawanya itu tadi.
Mari kita amati, sebenarnya
konflik-konflik Seperti ini yang terjadi
itu pemicu dasarnya apa? Apakah mereka menganggap paling benar dalam beragama?
Atau hanya alih-alih saja
mengatasnamakan agama untuk kesuksesan sepak terjang politiknya?.
Kembali ke pembahasan awal, lalu siapakah
muslim sejati? Bagaimana kriterianya? Apakah cukup dikatakan “muslim”
jika dilihat dari aspek luarnya saja ? Atau harus mengibarkan simbol” kalimat “Mu’adzom”?
Jawabanya tentu tidak !.
Karena
begini, sejatinya islam adalah agama yang mengedepankan “intuisi” (aspek
batin), atau dalam bahasa arab حبل الله "ada
keterikatan batin antara hamba dan sang pencipta”. Baru setelah itu
islam mengajarkan cara kita beretika sosial yang baik حبل النّاس. Jadi, hampir tidak sama sekali,
islam mengatur umatnya untuk cara berpakaian harus pake jubah atau sorban maka
kamu baru dikatakan orang islam, atau apapun yang diasumsikan oleh sebagian
orang bahwa itu adalah pakaian atau simbol-simbol yang “islami”.
Ada
yang memakai jubah, sorban dengan dalih itu sunnahnya nabi karena nabi pake
jubah plus sorban , jika memang mereka memakai alasan itu kenapa sikap dan
ucapanya sama sekali tdk mencerminkan seperti nabi?, mereka diakui ulama oleh
sebagian orang, juga mereka meng”ulamakan” diri, tapi ucapan dan
tindakannya sama sekali tdk mencerminkan sebagai ulama dan orang islam
tentunya. Ceramah isinya hanya provokasi, menjelek-jelekan satu sama lain,
memfitnah sana sini sekaligus yang paling parah mereka menjustis semua kelompok
yang berbeda dengan mereka itu salah, sesat bahkan sampai pada titik kafir! Apakah itu yang dinamakan islam?
Apakah ajaran-ajaran islam seperti itu?.
Mari bermuhsabah, intropeksi diri
apakah kita sudah menjadi muslim yang baik? Atau jangan-jangan hanya pura-pura muslim? Apa benar perbuatan yang
selama ini kita lakukan itu sesuai dengan norma-norma agama islam? Mengejek, memprovokasi, memfitnah juga mengkafirkan sesama
muslim, apa itu ajaran islam?
Muslim yang sejati kata nabi :
المسلم مَن سلِم المسلمون مِن لسانه ويده
“Muslim yang
sejati adalah yang mampu menjamin keselamatan orang muslim lainnya dari ucapan
dan tindakanya”
Wallahu ‘alam
BACA JUGA ; Beragama Dengan Akal Sehat

