Rabu, 30 Oktober 2019

Di Ambang Toleransi Absurd dan Intoleransi Akut

Di Ambang Toleransi Absurd dan Intoleransi Akut 


Apabila kita kembali membuka lembar sejarah, banyak tragedi fitnah melanda internal umat Islam yang dipicu oleh perbedaan perbedaan umat Islam sendiri dalam menginterpretasikan ajaran agamanya. Perbedaan-perbedaan umat Islam, baik bersifat ushulihyyah maupun furu'iyyah, telah menjadi malapetaka bagi umat Islam sendiri. Tidak sedikit perbedaan amar umat Islam diiadikan alasan bagi kelompok tenentu untuk melegalkan aksi kekerasan, penindasan. deskriminasi, penyiksaan, pembunuhan, bahkan pemberhangusan kelompok lain. Akibatnya, umat Islam terpecah-belah dan disibukkan dengan pertikaian dan konflik internal dari pada fokus membangun kehidupan dan bersama-sama menghadapi serangan musuh Islam sesungguhnya, kufar. 
Kita bisa ambil beberapa penggalan sejarah yang menuniukkan potret tragedi berdarah umat Islam yang dipicu oleh perbedaan dalam memahami agamanya. Pasca tragedi pembunuhan Khalifah Ustman yang ditengarai sebagai babak awal fitnah berdarah (al-fitnah al ula) dalam umat Islam, rentetan kontlik internal umat Islam seolah terus menyejarah. Meski awalnya dimulai dari perbedaan dalam ranah politik (peristiwa arbitrase dalam perang Shiffin), namun kemudian menyeret perbedaan umat Islam kedalam wilayah teologi. Konfrontasi teologis antara kelompok Aswaja dengan kelompok Mu’tazilah telah melahirkan peristiwa mihnah (inkuisisi) yang merenggut nyawa banyak ulama’ di Baghdad. Perbedaan kelompok Sunni dengan Wahabi telah menciptakan genosida umat Islam di hijaz. Perbedaan Sunni dengan Syiah telah menyebabkan penumpahan darah umat Islam di lrak, Suriah. Madura, dll. Perbedaan Aswaia dengan Ahmadiyah juga telah menjerumuskan umat Islam kedalam konflik yang melelahkan.
Tidak berhenti sampai di situ,  perbedaan antar madzhab pun juga menyumbang daftar konflik internal umat Islam. Seperti perkelahian antara penganut madzhab Syafl'i dengan penganut madzhab Hanafi yang menghancurkan negeri Merv, salah satu pusat kota di Khurasan. Masing-masing kelompok mengklaim berperang demi membela kebenaran madzhabnya.
Demikian juga perbedaan antara kelompok Islam liberal dengan Islam fundamental. antara kelompok Islam radikal dengan kelompok Islam moderat. antara pemikir Islam progresif dengan kelompok revivalis (salafl), antara kelompok Islam ramah dengan kelompok Islam marah, amara NU, Muhammadiyah, HTI, FPI, dll., juga telah memicu ketegangan horizontal dan gesekan-gesekan destruktif yang merugikan umat Islam.
Alih alih menjadi rahmat bagi kehidupan, perbedaan antar umat Islam dalam memahami agamanya itu. Justru menjadi malapetaka bagi umat Islam sendiri. Perbedaan-perbedaan amar umat Islam. baik dalam wilayah ushal maupun furu’ , dalam lembaran sejarah nyaris tidak merefleksikan sabda Nabi saw., ikhtilafu ummati rahmah, melanikan lebih menjadi fitnah. Perbedaan tidak pemah dimaknai sebagai sesuatu yang sangat fitrah dari ragam pemikiran unruk selanjutnya bersedia membangun hubungan yang dialogis dan kebersaamaan yang harmonis. melainkan dipahami sebagai alat untuk saling berpecah belah yang dilarang Allah.

Tags :

bm

Syadad Kaisinnabil

Seo Construction

I like to make cool and creative designs. My design stash is always full of refreshing ideas. Feel free to take a look around my Vcard.

  • Syadad Kaisinnabil
  • Februari 24, 1989
  • 1220 Manado Trans Sulawesi
  • contact@example.com
  • +123 456 789 111

Posting Komentar