PERISAI DIRI
Oleh : Mohamad Sahal Muiz
Tuhan memberikan anugerah yang sangat luar biasa untuk kita, yaitu
sebuah tubuh dan seisinya. Dimana menurut salah satu penelitian, ada pembuluh
darah 1 manusia yang panjangnya diperkirakan sekitar +96.000km, lebih panjang
dari keliling bumi yang memiliki panjang +40.075 km.
Dari pemberian tuhan yang sangat luar biasa itu, mari kita merenungi
ciptaanya itu. Kita sudah diberi sesuatu yang sangat agung yang tidak bisa
dibandingkan dengan hal apapun, belum lagi nafas, dan kelancaran sistem anggota
tubuh kita yang lain, yang tidak bisa
dihitung atau bahkan dinalar. Sekarang tugas kita tinggal menjaga semua yang
telah diberikan oleh tuhan.
Bagaimana caranya?
Perisai, iya perisai, atau tameng untuk menjaga kehormatan diri kita, “haibah”
atau kewibawaan diri kita harus dijaga. Menjaga “Muru’ah” atau
kehormatan kita tidak cukup dengan hal-hal yang Alamiah saja, misalnya dengan kekayaan,
pangkat, kecantikan atau kegantengan, atau bahkan Nasab atau keturunan
yang baik.
Kaya bisa saja karena keturunan, Cantik atau ganteng memang bawaan dari
lahir, dan kita tidak bisa menolak keputusan tuhan ketika kita lahir didunia.
Kita tidak bisa memilih misalnya, supaya nanti ketika lahir didunia harus
ganteng atau cantik, kaya dsb. Karena memang itu hak preogratif tuhan. Kita
tidak bisa mengintervensi tuhan.
Cara menjaga “Muru’ah” atau harga diri itu hanya ada dua yaitu,
Hiasi diri dengan “Ilmu” yang tinggi atau dengan “Moral atau Akhlak”
yang baik. Dengan adanya dua hal itu pada diri kita, orang lain tidak akan
berani merendahkan atau mengejek didepan muka kita, paling-paling mereka hanya
berani ngomong dibelakang kita. Karena itulah kita akan memiliki kemuliaan.
Seperti dalam pepatah :
الشرف بالأدب لا بالنسب
“Kemuliaan itu
diperoleh dengan Moral yang baik, bukan dengan Nasab/Keturunan”.
Seperti halnya tuhan memuji kepada manusia yang mempunyai Ilmu yang
tinggi, dalam firmanya :
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Jadi, Ilmu dan Akhlak adalah bekal kita baik didunia dan diakhirat nanti, karena tanpa keduanya kita hanya akan menjadi manusia yang monoton dan tak berarti. Dua hal itu tidak akan bisa diraih kecuali dengan terus mencari dan mencari, Jikalau Cantik atau ganteng, kaya karena keturunan itu sudah biasa karena bersifat Alamiah. Tapi Ilmu dan Akhlak tidak akan bisa diraih kecuali dengan bersungguh-sungguh dan semangat dalam mencarinya.
Wallahu ‘Alam.
BACA JUGA : BIARKAN PESANTREN TETAP MENJADI DUNIA LAIN INDONESIA
Tags :
Syadad Kaisinnabil
Seo Construction
I like to make cool and creative designs. My design stash is always full of refreshing ideas. Feel free to take a look around my Vcard.
- Syadad Kaisinnabil
- Februari 24, 1989
- 1220 Manado Trans Sulawesi
- contact@example.com
- +123 456 789 111

Posting Komentar